penguin_leadership

DASAR KEPEMIMPINAN ADALAH KARAKTER, BUKAN KARISMA

Banyak para pemimpin yang memiliki karisma besar telah jatuh dan gagal, karena mereka tidak memiliki karakter yang kuat, dan ini selalu menyalahkan  karisma. Kita tidak perlu memiliki karisma untuk menjadi seorang pemimpin. Tapi seorang pemimpin harus memiliki karakter, kredibilitas, dapat dipercaya, karena kepemimpinan itu memiliki pengaruh dan kalau kita tidak dapat dipercaya maka tidak seorang pun akan mau dipimpin oleh kita.

Reputasi adalah apa yang orang katakan tentang saudara, sementara karakter adalah siapa saudara sebenar-benarnya.  D. L. Moody mengatakan,  “Karakter adalah siapa saudara sebenarnya di dalam gelap di saat tak seorang pun melihat.”  Dalam Timotius 3:1-13, Paulus memaparkan tentang karakter apa saja yang diperlukan dalam kepemimpinan gereja. Dia tidak mengatakan kalau kita harus memiliki CV yang menarik, atau harus lulusan seminari yang tepat, atau harus memiliki daya tarik bagi publik. Yang dibicarakannya adalah karakter2 tertentu.

Pemimpin bisa memiliki berbagai macam sifat, bisa sabar, bisa periang. Tidak ada ketentuan kepribadian kepemimpinan yang baku. Kita tidak perlu menjadi seorang yang ramah mudah bergaul untuk bisa jadi seorang pemimpin. Tuhan ingin memakai kepribadian saudara sebagaimana adanya. Paulus seorang yang kolerik. Petrus seorang yang sanguine. Musa seorang yang melankolik. Abraham seorang phlegmatic. Mereka semua jauh berbeda antara yang satu dengan yang lain. Tapi Tuhan memakai mereka semua.

Jadi kita bisa lemas kelelahan kalau kita selalu berusaha untuk meniru kepribadian orang lain. Kalau saudara ingin jadi pemimpin, jangan mengatakan “Saya ingin jadi seperti …..” dan memilih seseorang untuk dicontoh. Pasti tidak akan pernah berhasil. Semua pemimpin pasti berbeda satu sama lain. Apa yang biasanya sama2 bisa ditemui pada para pemimpin yang baik, yaitu adalah mereka bisa dipercaya dan memiliki karakter. Semua pemimpin besar memiliki karakter. Kadang2 ada orang yang mencoba2 untuk jadi pemimpin tapi tidak memiliki karakter, pada saat tertentu cacad karakter ini akan mengakibatkan kejatuhan mereka.

Ibrani 13:7 “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.”  Ayat ini memberikan kepada kita tiga karakteristik pemimpin yang baik:

Mereka memiliki pesan yang layak diingat. Kalau mereka berbicara, orang mendengar. “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu.” Jelas di sini, ada sesuatu yang layak diingat.

Mereka memiliki gaya hidup yang patut diperhatikan. “Perhatikanlah akhir hidup mereka.” Apakah tingkah laku mereka sesuai seperti yang mereka khotbahkan? Apakah hidup mereka sesuai seperti apa yang mereka katakan?

Mereka memiliki iman yang patut ditiru. ” contohlah iman mereka.”

Kalau kita ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, kita harus menyampaikan pesan-pesan yang layak diingat (Apakah kita mengerti dan menyampaikan Injil secara jelas? Apa pesan hidup kita? Apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada dunia melalui kita?), memiliki gaya hidup yang patut diperhatikan, dan memiliki iman yang patut ditiru. Itu baru karakter namanya.

 

(Rick Warren)