Mudah Dilatih!

Anak kampung main bola

Filipi 4:10-19.
Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu 4 menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Pada waktu saya duduk di bangku SMP saya penah jadi anak gawang klub bola Indonesia Muda di Lapangan bola kepolisian di jalan Trunojoyo, Jakarta. Anak gawang adalah sebutan untuk mereka yang masuk klub sepak bola dan berlatih rutin setiap minggunya. Ada seorang pelatih bola bernama pak Is, yang saya kurang suka karena dia selalu “meng-genjot” kami semua dengan latihan fisik yang luar biasa keras dan melelahkan. Beberapa dari kami sering muntah-muntah dibuatnya. Namun kami bersyukur dan menyadari pada waktu kami harus bermain full 2 x 45 menit dalam pertandingan sesungguhnya, fisik kami menjadi kuat menanggung beban pertandingan yang berat.

Rasul Paulus sering menggunakan metafora latihan dan pertandingan dalam surat-suratnya. Selama dia melayani orang-orang ‘tidak percaya’, dia selalu taat pada nasihat dan latihan yang Tuhan berikan ditengah-tengah penderitaan dan kesulitan-kesulitannya yang besar. Paulus juga mengatakan bahwa dia telah “belajar” mencukupkan diri dalam segala hal (ayat 11). Kata “mencukupkan diri” boleh juga diartikan “menjadi puas”.

Sungguh beruntung kalau kita memiliki kesempatan mengalami berbagai masalah dalam kehidupan, mengalami juga beberapa posisi dalam roda kehidupan; kadang-kadang diatas, tapi mungkin beberapa kali juga pernah di bawah. Beruntung kalau pernah juga melayani mereka yang juga memiliki masalah dalam kehidupan ini. Itu semua adalah proses berlatih dalam suatu program pelatihan kehidupan yang Tuhan ijinkan terjadi pada kita. Apakah kita mudah dilatih seperti Rasul Paulus? Dan apakah kita bisa belajar menjadi puas seperti Rasul Paulus?

Rahasia kepuasan hati ialah menyadari dalam segala hal yang kita hadapi, Tuhan telah memberikan segala sesuatu yang kita perlukan untuk tetap bertahan dan berkemenangan didalam Kristus menurut kekayaanNya dan kemuliaanNya.

oleh Pdt. Indra Bramono